27.5 C
Jakarta
HomeFinanceTER PPh 21 2026: Tarif Efektif Rata-Rata, Kategori dan Cara Menghitung

TER PPh 21 2026: Tarif Efektif Rata-Rata, Kategori dan Cara Menghitung

Last Updated on August 20, 2026 by masel

TER PPh 21 adalah Tarif Efektif Rata-rata yang digunakan untuk menyederhanakan penghitungan pemotongan Pajak Penghasilan Pasal 21. Dengan mekanisme ini, pemotong pajak dapat menghitung PPh 21 pada masa pajak tertentu dengan mengalikan penghasilan bruto dengan tarif efektif yang sesuai.

Penerapan TER tidak berarti pemerintah membuat tarif PPh 21 baru. TER merupakan metode pemotongan yang menyederhanakan penghitungan PPh 21 selama tahun berjalan. Pada masa pajak terakhir, penghitungan kembali menggunakan ketentuan tarif Pasal 17 dengan memperhitungkan pajak yang telah dipotong sebelumnya.

Apa Itu TER PPh 21?

TER atau Tarif Efektif Rata-rata PPh 21 adalah tarif berupa persentase tertentu yang digunakan untuk menghitung pemotongan PPh 21 berdasarkan penghasilan bruto dan kategori PTKP penerima penghasilan.

Secara sederhana, pada masa pajak yang menggunakan TER:

PPh 21 = Penghasilan Bruto × Tarif TER

Namun, rumus tersebut merupakan penyederhanaan untuk pemotongan pada masa pajak yang menggunakan TER. Penghitungan PPh 21 setahun tetap harus mengikuti mekanisme perpajakan yang berlaku.

DJP menjelaskan bahwa tarif PPh 21 terdiri atas tarif berdasarkan Pasal 17 dan tarif efektif pemotongan PPh 21. Tarif efektif tersebut terdiri atas tarif efektif bulanan dan tarif efektif harian.


Dasar Hukum TER PPh 21

Ketentuan mengenai tarif efektif PPh 21 diatur dalam Peraturan Pemerintah Nomor 58 Tahun 2023 tentang Tarif Pemotongan Pajak Penghasilan Pasal 21 atas Penghasilan Sehubungan dengan Pekerjaan, Jasa, atau Kegiatan Wajib Pajak Orang Pribadi.

Pelaksanaan pemotongan PPh 21 kemudian diatur lebih lanjut melalui PMK Nomor 168 Tahun 2023.

PP 58/2023 menetapkan bahwa tarif efektif bulanan dikelompokkan berdasarkan status PTKP penerima penghasilan.


Kategori TER PPh 21

TER bulanan dibagi menjadi tiga kategori, yaitu Kategori A, B, dan C.

KategoriStatus PTKP
TER ATK/0, TK/1, K/0
TER BTK/2, TK/3, K/1, K/2
TER CK/3

Pembagian tersebut ditetapkan berdasarkan status perkawinan dan jumlah tanggungan yang menjadi dasar PTKP.

TER Kategori A

Kategori A digunakan untuk:

  • TK/0 — tidak kawin tanpa tanggungan
  • TK/1 — tidak kawin dengan satu tanggungan
  • K/0 — kawin tanpa tanggungan

TER Kategori B

Kategori B digunakan untuk:

  • TK/2 — tidak kawin dengan dua tanggungan
  • TK/3 — tidak kawin dengan tiga tanggungan
  • K/1 — kawin dengan satu tanggungan
  • K/2 — kawin dengan dua tanggungan

TER Kategori C

Kategori C digunakan untuk:

  • K/3 — kawin dengan tiga tanggungan

DJP menetapkan pembagian kategori tersebut dalam PP 58/2023.


Tabel TER PPh 21

Tarif TER tidak hanya terdiri dari satu persentase. Setiap kategori memiliki sejumlah lapisan berdasarkan besarnya penghasilan bruto bulanan.

Contohnya, pada kategori A terdapat tarif mulai dari 0% pada lapisan penghasilan tertentu dan meningkat secara bertahap sampai tarif tertinggi 34% pada lapisan penghasilan bruto yang sangat tinggi. Kategori B dan C juga memiliki struktur tarif bertingkat.

Karena tabel lengkap TER A, B, dan C terdiri dari banyak lapisan, tabel resmi sebaiknya dirujuk langsung dari Lampiran PP 58 Tahun 2023.

Catatan: jangan mencampur tarif TER dengan tarif progresif Pasal 17. Angka TER adalah persentase efektif untuk mekanisme pemotongan tertentu, bukan pengganti tarif progresif tahunan.


TER PPh 21 0% Apakah Berarti Tidak Bayar Pajak?

Tidak selalu.

Jika tarif TER pada lapisan penghasilan tertentu adalah 0%, pemotongan PPh 21 pada masa tersebut dapat menjadi nihil.

Namun, hal tersebut tidak boleh langsung disimpulkan bahwa seseorang sepanjang tahun tidak memiliki PPh 21 terutang.

Penghitungan pada masa pajak terakhir tetap dilakukan berdasarkan mekanisme penghitungan PPh 21 setahun.


Cara Menghitung PPh 21 dengan TER

Untuk masa pajak yang menggunakan TER, mekanismenya relatif sederhana.

Contoh

Seorang pegawai tetap memiliki:

  • Penghasilan bruto: Rp10.000.000 per bulan
  • Status PTKP: K/1
  • Kategori TER: B

Berdasarkan tabel TER, misalnya penghasilan bruto Rp10 juta berada pada lapisan tarif 1,50%.

Maka:

PPh 21 = Rp10.000.000 × 1,50%

PPh 21 = Rp150.000

Jadi, pemotongan PPh 21 pada bulan tersebut adalah Rp150.000.

Contoh ini hanya menggambarkan mekanisme pemotongan dengan TER. Penghitungan PPh 21 setahun tetap harus memperhitungkan ketentuan pada masa pajak terakhir.

DJP juga memberikan contoh penggunaan TER kategori B pada penghasilan bulanan dalam materi perpajakannya.


Apakah TER PPh 21 Digunakan Setiap Bulan?

Tidak untuk semua masa pajak dengan cara yang sama.

Untuk pegawai tetap, TER bulanan digunakan untuk menghitung PPh 21 pada masa pajak selain masa pajak terakhir. Pada masa pajak terakhir, penghitungan dilakukan menggunakan tarif Pasal 17 berdasarkan penghitungan pajak setahun dan kemudian dikurangi PPh 21 yang telah dipotong sebelumnya.

Dengan demikian, jangan menggunakan rumus:

Penghasilan bulanan × TER

untuk menghitung total PPh 21 setahun.

TER digunakan sebagai mekanisme pemotongan pada masa pajak yang telah ditentukan.


Apa Bedanya TER Bulanan dan TER Harian?

Selain TER bulanan, terdapat TER harian.

TER harian digunakan terutama untuk penghasilan yang diterima pegawai tidak tetap berdasarkan penghasilan harian atau rata-rata penghasilan sehari sesuai ketentuan.

DJP menjelaskan tarif efektif harian sebagai berikut:

Penghasilan bruto harianTER
Sampai dengan Rp450.0000%
Di atas Rp450.000 sampai Rp2.500.0000,5%

Untuk kondisi tertentu di atas batas tersebut, penghitungan mengikuti ketentuan yang berlaku dan tidak sekadar menggunakan dua tarif tersebut.


Hubungan TER dengan PTKP

PTKP menentukan kategori TER, sehingga status PTKP sangat penting dalam menentukan tarif efektif yang digunakan.

Contohnya:

TK/0 → TER A

TK/2 → TER B

K/1 → TER B

K/3 → TER C

Jadi, sebelum menentukan TER, perlu diketahui terlebih dahulu status PTKP penerima penghasilan.

Untuk memahami nilai PTKP masing-masing status, lihat:

PTKP 2026: Besaran, Status TK/K dan Cara Menghitung.


Apakah TER Mengubah Tarif PPh 21?

Tidak.

TER merupakan mekanisme penyederhanaan pemotongan PPh 21, bukan perubahan tarif pajak penghasilan tahunan.

DJP menjelaskan bahwa mekanisme TER digunakan agar pemotongan PPh 21 menjadi lebih sederhana, sedangkan penghitungan pada masa pajak terakhir tetap menggunakan ketentuan tarif Pasal 17.

Karena itu, munculnya tarif TER seperti 1,5%, 3%, 8%, atau tarif lainnya tidak berarti seluruh penghasilan setahun dikenai tarif tersebut.


Siapa yang Menggunakan TER PPh 21?

Ketentuan TER diterapkan berdasarkan jenis penerima penghasilan dan mekanisme pembayaran.

Untuk pegawai tetap, TER bulanan digunakan pada masa pajak selain masa pajak terakhir.

Untuk pegawai tidak tetap, terdapat ketentuan TER harian atau TER bulanan tergantung cara pembayaran penghasilan.

Sementara beberapa kelompok penerima penghasilan lainnya menggunakan mekanisme tarif Pasal 17 sesuai ketentuan.


Apakah TER PPh 21 Berlaku pada Desember?

Untuk pegawai tetap, masa pajak terakhir, yang pada kondisi normal adalah Desember, tidak sekadar dihitung dengan mengalikan penghasilan bruto bulan Desember dengan TER.

Pada masa pajak terakhir dilakukan penghitungan PPh 21 setahun menggunakan ketentuan yang berlaku, kemudian memperhitungkan PPh 21 yang sudah dipotong pada masa-masa sebelumnya.

Inilah salah satu alasan mengapa jumlah potongan PPh 21 pada bulan terakhir bisa berbeda dari bulan-bulan sebelumnya.


Kesimpulan

TER PPh 21 2026 merupakan mekanisme tarif efektif yang digunakan untuk mempermudah pemotongan PPh Pasal 21.

TER bulanan terdiri atas:

  • Kategori A: TK/0, TK/1, K/0
  • Kategori B: TK/2, TK/3, K/1, K/2
  • Kategori C: K/3

Selain itu terdapat TER harian untuk kondisi tertentu.

Yang perlu diingat, TER bukan tarif pajak baru. TER digunakan untuk menyederhanakan pemotongan pada masa pajak tertentu, sedangkan penghitungan pada masa pajak terakhir tetap menggunakan ketentuan penghitungan PPh 21 setahun.

Untuk memahami PPh 21 secara lengkap, baca juga:


FAQ TER PPh 21

Apa itu TER PPh 21?

TER PPh 21 adalah Tarif Efektif Rata-rata yang digunakan untuk mempermudah penghitungan pemotongan PPh Pasal 21 pada masa pajak tertentu.

Apa saja kategori TER PPh 21?

TER bulanan terdiri dari kategori A, B, dan C yang ditentukan berdasarkan status PTKP.

TER A untuk siapa?

TER A berlaku untuk status PTKP TK/0, TK/1, dan K/0.

TER B untuk siapa?

TER B berlaku untuk TK/2, TK/3, K/1, dan K/2.

TER C untuk siapa?

TER C berlaku untuk status PTKP K/3.

Apakah TER adalah tarif pajak baru?

Tidak. TER merupakan mekanisme tarif efektif untuk mempermudah pemotongan PPh 21.

Apakah TER digunakan pada Desember?

Untuk pegawai tetap, masa pajak terakhir menggunakan penghitungan PPh 21 setahun berdasarkan ketentuan tarif Pasal 17, bukan sekadar mengalikan penghasilan Desember dengan TER.

Apakah PTKP memengaruhi TER?

Ya. Status PTKP digunakan untuk menentukan kategori TER bulanan.

latest articles

explore more

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here